Senin, 04 Desember 2017

Pemimpin FPI Rizieq menyerukan agar Indonesia berbasis syariah pada 212 reuni


Info Berita - Melalui rekaman suara pada hari Sabtu, pemimpin Front Pembela Islam garis keras (FPI), Rizieq Shihab, memanggil 212 penonton reuni untuk sebuah negara berbasis syariah.

"Melalui alumni rombongan tersebut, saya ingin dengan keras meminta seluruh umat Islam di Indonesia untuk memperjuangkan NKRI berbasis syariah," katanya dalam khotbah yang direkam dalam acara gathering di National Monument Park.

Rizieq dilaporkan tinggal di Arab Saudi setelah penyelidikan kasus hukumnya. Polisi Jawa Barat menamai dia tersangka dalam kasus penghinaan terhadap Pancasila pada bulan Januari, dan dia juga ditunjuk sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya karena pornografi terkait dengan pesan chat yang beruap yang dia ajak bertukar dengan seorang wanita bernama Firza Husein pada bulan Mei. Polisi Jakarta sejak itu memasukkannya ke daftar keinginan mereka saat ia gagal menjawab panggilan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri pertemuan tersebut bersama dengan politisi Amin Rais dan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon dan Fahri Hamzah.

Reli reuni diadakan untuk memperingati demonstrasi berskala besar tahun lalu melawan Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama atas ucapannya yang menghujat.

Kepala Polisi Nasional Jenderal Tito Karnavian mengatakan pada hari Kamis bahwa acara tersebut mungkin memiliki motif politik.

"Bisa jadi terkait dengan politik yang akan datang pada 2018 dan 2019," katanya, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Indonesia akan secara bersamaan mengadakan pemilihan daerah ketiga di 171 daerah tahun depan yang diikuti oleh pemilihan legislatif dan presiden tahun 2019.

0 komentar:

Posting Komentar

terima kasih