Jumat, 01 Desember 2017

Dokter Ini Berhasil Bantu Ibu Ini Melahirkan Anaknya, Namun Siapa Sangka Kalau Rupa Bayi Yang "Dilahirkan"

Hidup ini tidaklah mudah, ada kalanya dimana kita harus menentukan keputusan yang membawa dampak yang besar seperti keluarga yang sbentar lagi menyambut kelahiran bayi mereka. Klyn, istri dari Nick, sedang memasuki perioede ke 3 dari masa kandungannya. Segala sesuatunya sangat baik, sampai beberapa bulan lalu dokter pun mengabarkan berita buruk ini...

poker cimbNick, dalam account facebooknya dengan sedih berkata : "9bulan yang lalu, istriku Brooklyn mengandung seorang bayi bermasalah. 3 bulan yang lalu saya menerima pemberitahuan dari dokter bahwa bayi dalam kandungannya memiliki Edema selebral. Edema selebral adalah penyakit yang juga dikenal dengan sebutan 'Hidrosefalus', adalah kondisi dimana terjadi peningkatan kandungan air berlebihan di dalam otak. Mungkin ini terdengar tidak terlalu serius, namun kamu tidak tahu seberapa besar dampak yang dibawa untuk seorang bayo dan sebuah keluarga.



Kemudian, kami dipindahkan ke Rumah Sakit Anak Cincinnati. Disana ada beberapa pejabat national dan ahli pakar yang memberitahu kami bahwa kondisi bayi ini serius dan sangat tidak ada harapan."

Calon ayah ini pun dengan sedih berkata : Kondisi bayi kami lebih buruk dari rata-rata hasil statistik. sangat extrim dan dramatis, hingga ahli pakar pun tidak dapat menggunakan alat untuk mengukur kandungan air dalam otaknya, dan hal ini sudah tidak penting lagi, sangat jelas ketika orang melihatnya mereka akan merasa hal ini sangat berlebihan dan tidak tertolongkan.

sakong onlineHasil buruk dari NMR ( Nuclear Magnetic Resonance (NMR ) membuat saya yang hanya kaum awam pun tidak ingin melihat untuk yang kedua kalinya. Dokter kemudian berterus terang bahwa, ada lebih dari 90% kemungkinan bayi ini akan meninggal tidak lama setelah dilahirkan atau akan terlahir dengan cacat kognitif, serta membutuhkan perawatan jangka panjang dan sumber daya medis akan membawa dampak besar pada kualitas hidup kami.

Tim medis kami menjelaskan dengan rinci, lugas, sedih dan menyakitkan untuk membahas apakah kami ingin menerapkan aborsi, sehingga bayi bisa lebih "Tenang dan nyaman" meninggal.
Selama ini, Brooklyn tinggal di sebuah hotel dekat rumah sakit Cincinnati untuk mencegah terjadinya perubahan mendadak pada kehamilannya.

Saya kemudian bolak - bolik untuk mengurus pekerjaan, serta mengurus dua anak lainnya, Sophie dan Lily. Pada tanggal 8 july, Brooklyn memutuskan untuk tidak mengaborsi bayi tersebut, dan dia juga telah siap untuk melahirkan. Kenyataannya, 15 menit sebelum di operasi Caesarnya kami masih berdiskusi dengan dokter untuk menggunakan tabung pernapasan khusus. dan pada waktu yang diperlukan, dokter mungkin akan mencabut tabung pernapasan, sehingga bayi dapat meninggal dengan nyaman. Hasilnya?... Ketika mendengar tangisan keras dari bayi yang baru lahir, kami tidak bisa menahan dan kedua mata pun mulai memerah. suara itu adalah suara yang paling indah yang pernah saya dengar.

Bayi ini bernama Charlie, Secara ajaib lahir dengan selamat selain itu, dia juga sangat normal sama seperti bayi lainnya, hanya terdapat beberapa hipertrofi ventrikel ringin dan hanya butuh pemeriksaan secara rutin ke rumah sakit pun sudah cukup!

Dokter juga tidak dapat menjelaskan situasi ini, dia hanya bisa mengatakan " Janin entah bagaimana cara nya untuk menemukan saluran pipa alami untuk mengalirkan kandungan air dalam otak dan juga menghilangkan penyumbat dalam otak untuk mencegah hidrosefalus. " Nick berkata masa itu adalah saat dia paling banyak mendengar "ajaib dan"beruntung".

Nick hanya dapat bersyukur tiada hentinya untuk mukjizat penyembuhan ini, dia berkata : "Bahkan orang asing di Internet yang tahu tentang situasi kami, dengan hangat berdoa bagi kami. Dari dalam lubuk hati saya ingin berterima kasih untuk kalian semua. benar-benar, terima kasih. Terima kasih untuk semua dorongan, kartu, surat , doa dan cinta yang berlimpah, saya percaya bahwa doa benar-benar menunjukkan kekuatan. Tuhan ada, dia menciptakan keajaiban."

0 komentar:

Posting Komentar

terima kasih