Selasa, 05 September 2017

Wanita Calon Pengebom Istana Negara Dihukum 7½ Tahun Penjara



Perempuan Calon Pengebom IstanaDian Yulia Novi (28), perempuan yang berencana melancarkan aksi bom bunuh diri saat pergantian pasukan pengamanan presiden di depan Istana Negara pada akhir Desember 2016 akhirnya divonis 7 tahun 6 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Vonis dibacakan majelis hakim, Jumat pekan lalu, dalam persidangan yang tak dihadiri wartawan. Putusan terhadap Dian semestinya dibacakan pada pekan ini.

"Hakim mempercepat karena Dian akan melahirkan," kata Kamsi, seorang kuasa hukum terdakwa kepada BeritaBenar, Senin, 28 Agustus 2017, "saya juga kaget. Karena agenda Jumat itu sebenarnya pembelaan."

Dian saat ini memang tengah hamil tua. Dokter memprediksi Dian akan melahirkan pada 2 September mendatang.

Dalam pertimbangan putusannya, hakim Syafrudin Ainor Rafiek menilai bahwa Dian telah terbukti secara sah melakukan pemufakatan jahat dan percobaan tindak pidana terorisme.

Dalam persidangan pada 23 Agustus lalu, jaksa menuntut Dian untuk dihukum penjara selama sepuluh tahun.

"Bomnya sudah ada di rumah, kan? Hanya pelaksanaan yang belum," kata Syafrudin menjelaskan pertimbangannya, saat dihubungi BeritaBenar, Senin.

"Sehingga unsur pemufakatan jahat dan percobaan tindak pidana terorisme sudah terbukti secara sah dan meyakinkan. Karena kegagalan ada di luar kontrol mereka."

Selain Dian, majelis hakim dalam persidangan sama juga menjatuhkan hukuman terhadap Tutin Sugiarti, perempuan yang mengenalkan Dian dengan suaminya, Muhammad Nur Solikin (26), yang sebelumnya dirujuk oleh polisi sebagai Muhammad Nur Solihin.

Keduanya dikenalkan Tutin pada September 2016. Sebulan kemudian, Solikin dan Dian menikah secara muamalah atau jarak jauh dengan cara ijab kabul diwakilkan kepada wali hakim.

Dikutip dari berkas dakwaan, pernikahan ini bertujuan untuk melancarkan amaliyah, atau aksi teror yang telah dipendam Dian sejak masih bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia di Taiwan, medio 2015.

Tutin divonis 3,5 tahun penjara, lebih kecil dari tuntutan jaksa yang menginginkan dia dihukum selama lima tahun.

Atas vonis terhadap Dian dan Tutin itu, Kamsi mengaku dapat menerimanya.

“Sudah dikurangi. Kan (dalam pembelaan) juga berharap hukuman dikurangi," kata Kamsi.

Dian ditangkap aparat Detasemen Khusus Antiteror Mabes Polri di kamar kontrakannya di kawasan Bekasi, Jawa Barat, pada 10 Desember 2016 atau sehari sebelum rencana peledakan bom di depan Istana Negara. Di kamar yang sama, polisi menemukan bom panci yang siap diledakkan. Negara Dihukum 7½ Tahun Penjara

0 komentar:

Posting Komentar

terima kasih