Jumat, 15 September 2017

Squirting, Alias Ejakulasi Wanita, Bagaimana Cara Mencapainya?

Squirting, alias ejakulasi wanita, adalah keluarnya cairan bening keputihan yang menyembur dari lubang kandung kemih (uretra) dalam vagina setelah menerima rangsangan seksual. Squirting diduga melipatgandakan pengalaman seksual wanita dan dianggap oleh kaum pria sebagai bukti nyata dari gairah dan kesuksesan membawa pasangannya menuju orgasme.
Dari mana asalnya cairan ejakulasi wanita (squirting)?

poker cimbSquirting adalah cairan ejakulasi wanita yang diproduksi dalam kelenjar Skene — kelenjar di dalam vagina yang berfungsi mirip dengan prostat pria — yang mengalir lewat saluran kandung kemih, bukan dari bukaan vagina. Cairan ini bukan urin maupun cairan pelumas alami dinding vagina karena mengandung karakteristik khas plasma prostat yang berasal dari kelenjar Skene, yang kurang lebih berfungsi sebagai kelenjar prostat wanita.



Menurut pakar, proses ejakulasi wanita bisa memiliki dua kemungkinan. Pertama, selama aktivitas seksual atau rangsangan, cairan ini bisa bercampur dengan cairan vagina dan cairan pra-ejakulasi pria yang mungkin hadir selama penetrasi. Proses ini menghasilkan cairan squirting yang lebih kental berwarna putih susu, namun jumlahnya lebih sedikit, mirip dengan air mani pria.

sakong onlineSementara itu, beberapa wanita lainnya bisa mengalami apa yang disebut dengan ejakulasi terbalik. Ini adalah kondisi di mana ketika otot vagina Anda mengepal pasca-orgasme, menyebabkan cairan ejakulasi Anda dari kelenjar Skene berbalik mengalir ke dalam kandung kemih, bercampur dengan urin sehingga memiliki tekstur yang lebih cair dan encer, juga lebih banyak dalam volumenya, sebelum akhirnya “ditembakkan” kembali ke dunia nyata — seperti mengompol.

Yang manapun kasusnya, para pakar tampak sepakat bahwa cairan ejakulasi wanita tidak memiliki (atau sangat minim) kandungan urea, kreatinin, atau asam urat yang umum ditemukan dalam air seni.
Apakah semua wanita bisa mengalami squirting?

Ejakulasi wanita biasanya merupakan hasil dari stimulasi berlanjut di G-spot, area erotis yang eksistensinya masih diperdebatkan tetapi dipercaya terletak dalam struktur internal klitoris. Tidak ada keraguan bahwa menekan area G-spot akan memengaruhi kelenjar Skene, yang dikatakan oleh beberapa orang sebagai sumber ejakulasi wanita.

0 komentar:

Posting Komentar

terima kasih