Jumat, 08 September 2017

Pelaku Bunuh Sekertaris Bos XL Karena Di Hina Barangnya Kecil

Andi Wahyudi pembunuh sekretaris bos provider XL Axiata, Hayriantira mengaku kepada penyidik alasan menghabisi nyawa kekasihnya itu lantaran sakit hati. Padahal mereka sudah berpacaran selama 2,5 tahun.

Sepasang kekasih ini sempat memadu kasih di sebuah hotel kawasan Garut, Jawa Barat pada 30 Oktober 2014 silam. Saat itu korban sempat mengejek 'kejantanan' pelaku. Dari situ pelaku kesal dan menghabisi nyawa Hayriantira.

"Saya hanya 2 jam berada di kamar hotel. Satu jam pertama adalah terjadinya peristiwa pembunuhan. Lalu 1 jam kedua saya berpikir harus di apakan mayat Hayriantira," kata Andi sebelum dibawa penyidik dari Polda Metro Jaya ke Garut, Jawa Barat, Kamis 6 Agustus 2015.

poker cimbAndi mengaku awalnya mengajak korban membeli jaket di kawasan Sukaregang, Garut, Jawa Barat. Daerah itu memang dikenal sebagai sentra Jaket kulit lokal.



Tapi beberapa hari sebelum perjalanan ke Garut, Andi menghadiahi Hayriantira beberapa hal menyenangkan. Salah satunya membuatkan pelat nomor mobil palsu untuk dipasang. Andi mengaku memesankan pelat nomor mobil sesuai keinginan Hayriantira sejak awal beli mobil.

"Mobil itu memang belum ada STNK-nya. Kami pergi ke Garut memang tanpa STNK," katanya.

Mereka berangkat ke Garut pada 30 Oktober, sekitar pukul 06.00 WIB dengan mobil yang dipasangi pelat nomor palsu. Menurut Andy, mereka pergi ke Garut untuk membeli jaket di Sukaregang, Garut, Jawa Barat.

Setelah enam jam perjalanan, mereka tiba di wilayah Tarogong, Kabupaten Garut, tak jauh dari sentra jaket kulit Sukaregang.

sakong onlineBelum sempat membeli jaket, Andi mengajak Hayriantira ke hotel. Di hotel Andi mengajak kekasihnya itu berhubungan badan. Tapi kemudian berakhir dengan pembunuh.

Hingga ini penyidik masih terus mendalami motif pembunuhan yang baru terungkap setelah sembilan bulan.

Hilangkan Jejak

Setelah membunuh, ia membungkus seluruh baju Hayriantira dan menyatukannya dengan seluruh ponsel milik korban yang jumlahnya ada tiga unit.

Kemudian ia membuka aplikasi Wazze dan melihat halte di Garut. Selanjutnya, ia memasukkan korban ke air panas yang terus menyala di kamar mandi. Agar mayat korban rusak.

Kemudian ponsel dan baju Hayriantira dibuang di halte bus dekat terminal. Setelah itu ia kembali ke Jakarta.

0 komentar:

Posting Komentar

terima kasih