Jumat, 08 September 2017

Mengungkap 17 Artis Yang Terlibat Lingkaran Prostitusi Online

Prostitusi Online semakin sulit untuk dikontrol, tidak heran hal ini menimbulkan polemik di tanah publik

Bisnis esek-esek online semakin mencuri perhatian publik setelah sederetan artis papan atas terseret dalam jaringan prostitusi ini. Hal ini berawal dari penangkapan artis berinisial AA, seorang model panas, di sebuah hotel berbintang di Jakarta.



sakong onlineDalam kasus ini, polisi menetapkan RA, sang mucikari sebagai tersangka. RA diduga memiliki banyak wanita yang siap ditawarkan. Kapolres Jakarta Selatan Kombes Wahyu Hadiningrat menjelaskan RA memiliki sekitar 200 PSK. Namun tak semuanya dari kalangan artis dan model. Dari penuturan tersangka RA, tarif 200 lebih PSK yang dua dimiliki berkisar Rp 80-200 juta. "Calon pelanggan harus membayar DP 30 persen pada H-2," kata Wahyu.

Sederet inisial nama artis tersebar di sosial media sebab masuk daftar 200 orang dalam group sang mucikari RA beserta dengan tarifnya mulai dari angka Rp 20 juta sampai Rp 200 juta. Nama-nama tersebut diantaranya:

1. TB = Rp 200 juta (Tamara Blenszinsky?)
2. JD = Rp 150 juta (Jennifer Dunn?)
3. BB = Rp 70 juta (Baby Margaretha?)
4. RF = Rp 60 juta (Ratu Felisha?)
5. RF = Rp 60 juta (Roro Fitria?)
6. MT = Rp 55 juta (Mikha Tambayong?)
7. KA = Rp 55 juta (Kiki Amalia?)
8. SB = Rp 55 juta (Shinta Bachir?)
9. CW = Rp 50 juta (Catherine Wilson?)
10. PUA = Rp 45 juta (Putri Una Astari?)
11. NM = Rp 40 juta (Nikita Mirzani?)
12. CT = Rp 40 juta (Cut Tari?)
13. LM = Rp 35 juta (Luna Maya ?)
14. DL = Rp 30 juta (Devi Liu?)
15. BS = Rp 30 juta (Bella Sofhie?)
16. AA = Rp 25 juta (Amelia Alvi?)
17. FNP = Rp 20 juta

poker cimbTidak heran hal ini memicu penghuni senayan alias anggota DPR RI untuk melakukan revisi terhadap U KUHP. Anggota komisi III DPR Arsul Sani, menuturkan upaya pengetatan hukum bisnis prostitusi dilakukan melalui revisi UU KUHP ysng fibshsd di DPR. Salah satunya dengan peluasaan konsep zina untuk menjerat pelaku pelacuran atau prostitusi.

Dalam RUU KUHP akan dibahas DPR dan Pemerintah masa sidang yang datang memperluas cakupan tentang apa yang disebut sebagai zina. Di Pasal 484 ayat 1 RUU KUHP cakup perzinaan antara laki-laki dengan perempuan yang keduanya tak terikat perkawinan.

Asrul menjelaskan, RUU KUHP merupakan delik aduan. Namun KUHP saat ini yang bisa mengadukan hanya si suami atau isteri dari masing-masing pelaku, dan di RUU KUHP diperluas dengan adanya pencemaran pihak ketiga yang tercemar. Jadi anggota keluarga atau perzinaan yang mengakibatkan tercemarnya perusahaan atau lingkungan, pimpinan perusahaan atau RT/RW bisa menjadi pengaduan.

Kasus ini semakin memicu perhatian publik ketika munculnya pernyataan para pemesan jasa PSK kalangan Artis itu adalah dari anggota dewan, Mantan Anggota DPR RI Permadi mengatakan, perilaku anggota dewan menyewa PSK dari kalangan artis sudah biasa. Ia mengetahui itu saat dirinya menjabat Anggota DPR RI sejak 1999 hingga 2008.

0 komentar:

Posting Komentar

terima kasih