Rabu, 06 September 2017

AS : Korut Kegilaan Ingin Perang



Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB Nikki Haley mengatakan bahwa Korea Utara "KEGILLAAN INGIN PERANG". Diplomat perempuan ini pun mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menjatuhkan sanksi terberat bagi Pyong yang.

"Sudah cukup. Waktunya telah tiba untuk menghabiskan seluruh sarana diplomatik sebelum terlambat," ujar Haley seraya menambahkan bahwa berbagai sanksi yang dijatuhkan ke Korut sejak tahun 2006 tidak bekerja seperti dikutip dari The Guardian pada Selasa (5/9/2017).

Selain itu, Haley mengatakan, "Ancaman penggunaan rudal dan nuklirnya menunjukkan bahwa ia mengemis untuk perang. Perang bukanlah sesuatu yang diinginkan Amerika Serikat. Kami tidak menginginkannya sekarang. Kesabaran negara kami tidak terbatas. Kami akan membela sekutu dan wilayah kami".

Lebih lanjut, mantan Gubernur South Carolina tersebut menjelaskan bahwa pihaknya akan mengajukan sanksi baru untuk Korut dalam pekan ini. Sanksi itu akan menargetkan negara-negara yang melakukan perdagangan dengan Pyongyang.

"AS akan melihat setiap ne gara yang berbisnis dengan Korut sebagai sebuah negara yang memberikan bantuan atas ambisi nuklir Korut yang sembrono dan berbahaya," terang Haley. Ia menambahkan, "Hanya sanksi terkuat yang akan memungkinkan kita menyelesaikan masalah ini melalui diplomasi".

Pernyataan Haley ini mengemuka ketika nyaris pada saat bersamaan Presiden Donald Trump berbicara melalui sambungan telepon dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in. Kedua pemimpin tersebut berbicara kurang lebih 40 menit dan mencapai kesepakatan bahwa uji coba nuklir Korut yang terjadi pada Minggu 3 September adalah "provokasi serius yang belum pernah terjadi sebelumnya".

Dalam kesempatan yang sama, Trump kembali menegaskan dukungannya terhadap pertahanan Korsel. Keduanya juga setuju untuk mendesak DK PBB menjatuhkan sanksi yang lebih keras terhadap Korut.

Di Moskow, Kremlin mengumumkan bahwa Presiden Moon juga menelepon Presiden Vladimir Putin. Juru Bicara Presiden Dmitry Peskov mengungkapkan, "Sangat mudah untuk mengatakan 'perang' bagi negara-negara di luar kawasan, tapi bagi mereka yang berada di kawasan harus lebih pintar dan seimbang".

AS, Inggris, Prancis, Jepang, dan Korea Selatan pada Senin waktu New York mendesak diadakannya pertemuan darurat DK PBB demi membahas uji coba nuklir terbaru Korut. Sejauh ini DK PBB telah memberlakukan tujuh paket sanksi terhadap Korut sejak tahun 2006. Sanksi terbaru menargetkan ekspor utama Korut seperti batu bara yang dianggap merupakan

0 komentar:

Posting Komentar

terima kasih