Senin, 17 Juli 2017

Tekuk Lutut Geng Motor Di Tangan Polisi

Selama dua pekan masyarakat di wilayah Jabodetabek diresahkan beredarnya keberadaan geng motor. Mereka biasanya berkelompok menggunakan sepeda motor dan menenteng beragam jenis senjata tajam. Banyak korban sudah berjatuhan. Keresahan ini segera menjadi perhatian kepolisian.

Setiap malam para anggota kepolisian dari Polda Metro Jaya, menyisir tiap sudut dan wilayah dianggap rawan. Mereka juga memeriksa para anak remaja tengah berkumpul. Itu dilakukan lantaran khawatir bakal melakukan tindakan merugikan.

poker cimbSatu per satu para pelaku diduga anggota geng motor diamankan. Dalam dua pekan, tercatat ada 28 orang berhasil diringkus kepolisian. Para pelaku rata-rata masih berusia remaja. Mereka hanya bisa menunduk sambil bertekuk lutut di hadapan para petugas.



“Pelaku berandalan motor 28 orang, memang menjadi perhatian kita bersama karena perilaku atau perbuatannya yang cukup meresahkan masyarakat,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Jumat kemarin.

Dalam rilis dilakukan Polda Metro Jaya, terungkap banyak senjata tajam berukuran besar. Mulai dari celurit, golok, gergaji es batu hingga samurai, diduga milik para pelaku dari hasil penangkapan. Senjata ini digunakan untuk melumpuhkan calon korbannya atau melakukan tindak kejahatan perampasan dengan kekerasan di jalan.

Adapun motif para pelaku, kata Iriawan, hanya untuk mencari jati diri. Namun, mereka juga tidak segan melakukan perampasan dengan kekerasan.

Selama melakukan aksi, para pelaku juga mampu meraup untung hasil kejahatan mencapai Rp 4 juta per hari. Uang itu biasanya hasil rampasan ponsel maupun motor hasil kejahatan.



sakong onlineKeuntungan didapat para pelaku juga menimbulkan korban. Tak segan mereka bertindak sadis hingga membunuh para korbannya. “Mereka tak segan membunuh atau melukai korbannya. Sadis juga para pelaku ini,” tegasnya.

Meski kebanyakan masih di bawah umur, kepolisian tidak segan memberi hukuman maksimal kepada para pelaku. Itu perlu dilakukan lantaran kepolisian menilai telah terjadi tindakan pelanggaran hukum.

“Sebagian besar pelakunya adalah anak muda dan remaja. Dari umur 14 sampai 20. (Di bawah umur) Ya enggak masalah. Kalau dia bunuh masak kami lepas. Tetap kami tangani. Kan ada undang-undang anak. Misalnya penahanannya dikurangi separuh,” kata Kabid propam Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono.

Agar geng motor tidak semakin marak, kepolisian meminta para orang tua selalu memberikan pendampingan kepada anaknya. Ini penting. Sebab, kebanyakan para pelaku banyak juga tidak lagi tinggal dengan orang tua.

0 komentar:

Posting Komentar

terima kasih