Senin, 24 Juli 2017

Seorang Ustadz Memperkosa Siswi Sma

Kejadian yang melibatkan seorang pelajar SMA di bogor menghebohkan masyarakat. Adegan yang dilakukan dikebun milik seorang warga di kampung laladon RT 04 RW 12 Desa sukaresmi kecamatan tamansari, Kabupaten bogor. Berdasarkan hasil penyidikan oleh pihak kepolisian, Pelaku yang rumahnya berjarak tidak jauh dari rumah si korban. Kasat reskrim polres bogor AKP Faisal Pasaribu menyebutkan, Pihaknya menyimpulkan bahwa kejadian tersebut sebagai kasus pemerkosaan. Sebab siswi SMA tersebut menolak untuk berhubungan intim dan diancam oleh ustadz ataupun pelaku. Usai melakukan perbuatan bejadnya. Sang ustadz kemudian memfoto tubuh sang korban dengan kamera ponsel, kemudian pelaku menyebarkan ke teman - temannya.



poker cimb"Hingga akhirnya tersebar sampai ke guru,teman sekolah, dan keluarga korban," ungkap dia di Mapolres Bogor, Rabu (1/7). Faisal menjelaskan, dalam foto yang tersebar sang pelaku yang merupakan ustadz didaerah tersebut membuka paksa pakaian korban. Setelah itu hubungan intim dilakukan dibawah pohon pisang di sebuah perkebunan. Pelaku sendiri diketahui bernama Empang Supandi (32), Ia ditangkap di rumahnya di Laladon RT 04 RW 03 Tamansari. Saat diinterogasi, Empang tidak menampik perbuatan bejadnya tersebut.

sakong online"Saya baru sekali berhubungan badan dengan korban. Saya sudah lama kenal korban. Saya foto adegan seks dengan BB (Blackberry) saya. Saya awalnya hanya menyebarkan ke teman saya saja. Tapi kenapa gambarnya tersebar hingga ke teman, guru dan keluarga korban. Saya nggak tahu," Kata Empang. Paman Korban, Upen, Dalam laporannya ke polisi menuturkan, keponakannya yang berinisial NM (17) masih duduk dibangku kelas 2 SMA. "Sudah perkosa keponakan saya, Adegannya difoto lalu disebarkan. Dia harus bertanggung jawab atas perbuatannya," Kata Upen.

 Upen menjelaskan, NM diperkosa pada tanggal 26 Juni 2017. Selang beberapa hari kemudian pihaknya membuat laporan ke polres bogor. "Setelah laporan dari pihak korban, kami selidiki dengan periksa 7 saksi. Yakin Empang pelakunya, Kami kejar dan akhirnya ditangkap," Tandas AKP Faisal. Atas perbuatan Empang,Ia dijerat pasal 81 dan 82 Undang - Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan Anak dengan ancaman penjara di atas lima tahun penjara.

0 komentar:

Posting Komentar

terima kasih